Jelang Hari Jadi Ke-300, Bupati Grobogan dan FKPD Ziarah ke Makam Leluhur

Jelang Hari Jadi Ke-300, Bupati Grobogan dan FKPD Ziarah ke Makam Leluhur

GROBOGANTODAY.ID, Tawangharjo – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-300 tahun, Bupati Grobogan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan kepala OPD melaksanakan ziarah ke makam para leluhur Grobogan, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan asal-usul daerah.

Rombongan yang dipimpin langsung Bupati Grobogan berziarah ke makam Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Selo di Kecamatan Tawangharjo. Sementara rombongan kedua melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Getas Pendowo di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, serta makam Bupati Grobogan pertama, Adipati Puger, di Kecamatan Grobogan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan tabur bunga di masing-masing makam. Usai prosesi ziarah, Bupati Grobogan juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Bupati Grobogan, Setyo Hadi, mengatakan bahwa keempat tokoh tersebut merupakan leluhur penting bagi masyarakat Grobogan, sekaligus memiliki hubungan sejarah dengan raja-raja Mataram pada masanya.

“Dua tokoh ini merupakan leluhur bagi masyarakat Kabupaten Grobogan. Selain itu, keduanya juga leluhur bagi raja-raja di Mataram pada masa itu. Jadi masyarakat Grobogan tidak boleh melupakan jasa dan asal-usul Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Getas Pendowo, dan Adipati Puger,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Grobogan untuk turut memanjatkan doa agar daerah tetap aman dan tenteram menjelang peringatan hari jadi ke-300.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Grobogan selalu dalam keadaan aman, tenteram, dan dijauhkan dari berbagai musibah,” tambahnya.

Menurutnya, tradisi ziarah ke makam para leluhur ini bukan hal baru. Kegiatan tersebut telah lama menjadi tradisi masyarakat dan agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Grobogan setiap peringatan hari jadi daerah.

“Sejak dulu tradisi ziarah ke makam-makam Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Selo dilakukan masyarakat Grobogan. Ini juga sudah menjadi agenda tahunan bagi pemerintah Grobogan yang dilakukan setiap HUT Grobogan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Setyo Hadi berharap momentum Hari Jadi Grobogan ke-300 dapat menjadi titik refleksi sekaligus semangat perubahan, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga budaya guyub dan gotong royong sebagai modal utama dalam mendorong kemajuan daerah. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai program pembangunan.

“Kami masih berharap adanya partisipasi masyarakat. Karena untuk menjangkau program pemerintah masih dibutuhkan swadaya dan kegotongroyongan dari masyarakat. Dengan begitu mereka akan memiliki rasa kepemilikan pada kemajuan di daerahnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *