Kue Keranjang “Toko Ijo” Wirosari Grobogan Laris Manis, Produksi Hingga 2 Ton

Kue Keranjang “Toko Ijo” Wirosari Grobogan Laris Manis, Produksi Hingga 2 Ton

GROBOGANTODAY.ID, WIROSARI– Kue keranjang selama ini identik sebagai sajian khas perayaan Tahun Baru Imlek yang banyak dikonsumsi masyarakat Tionghoa. Namun di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kue keranjang justru menjadi camilan favorit berbagai kalangan tanpa mengenal suku dan agama.

 

Adalah Kristina Rahayu (66), atau yang dikenal dengan nama Tionghoa Oei Gwat Tin, warga Kecamatan Wirosari, yang setiap tahun rutin memproduksi kue keranjang menjelang Imlek. Usaha ini bukan usaha baru, melainkan sudah memasuki generasi ketiga dalam keluarganya.

 

“Nenek saya sudah mulai membuat kue keranjang sejak tahun 1962. Saya hanya melanjutkan tradisi keluarga dengan tetap menjaga kualitasnya,” tutur Kristina, Sabtu(7/2/2026).

 

Dalam proses produksi, ia melibatkan tetangga dan kerabat sekitar. Setiap menjelang Imlek, jumlah produksi kue keranjang yang dihasilkan bisa mencapai 2 ton. Dari tahun ke tahun, jumlah produksinya terus meningkat seiring tingginya permintaan.

 

Meski harga jual mengalami kenaikan akibat naiknya harga bahan baku seperti tepung ketan, gula pasir, serta biaya transportasi, hal itu tidak menyurutkan minat pembeli.

 

“Tahun lalu harga jualnya Rp50 ribu per kilogram, tahun ini naik menjadi Rp52 ribu per kilogram,” jelasnya.

 

Kristina mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk mendongkrak penjualan. Ia hanya berpegang pada satu prinsip, yakni menjaga kualitas dan melakukan inovasi rasa.

 

“Tahun ini ada enam varian rasa, yaitu cokelat, vanila, frambozen, pandan, gula aren, dan durian. Untuk perasa, saya tidak asal pakai, semuanya dari bahan alami. Tepung ketan dan gula pasir yang digunakan juga harus benar-benar berkualitas,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kue keranjang buatannya bisa bertahan hingga satu tahun jika disimpan di dalam kulkas. Kue keranjang berlabel “Toko Ijo” ini tak hanya diminati warga Tionghoa.

 

Banyak pembeli dari berbagai latar belakang yang memesan, bahkan datang langsung ke rumah produksi untuk membeli sambil mencicipi kue keranjang yang masih hangat. Kue keranjang ini bisa dinikmati dengan cara diiris dan dicampur parutan kelapa, atau digoreng dengan balutan telur, sehingga rasanya semakin gurih dan lezat.

 

Berkat konsistensi menjaga kualitas sejak puluhan tahun lalu, pesanan kue keranjang “Toko Ijo” kini datang dari berbagai kota di Indonesia, menjadikannya salah satu kuliner khas Grobogan yang selalu dinantikan saat Imlek tiba.

 

“Pembeli dari Pati, Kudus, Jepara,Solo, Salatiga, Temanggung, Jakarta hingga Surabaya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *