Lansia Tewas Tertabrak KA Anjasmoro di Penawangan, Uang Rp 25 Juta Ditemukan di Lokasi
GROBOGANTODAY.ID, Penawangan – Seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia setelah tertabrak dan terpental Kereta Api Anjasmoro relasi Pasar Turi Surabaya–Gambir, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tragis itu terjadi di perlintasan rel KM 35+6/7 jalur Sedadi–Karangjati, tepatnya di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.
Korban diketahui bernama SAYEM (75), warga Jalan Ismoyo No. 15 RT 001/RW 004 Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Korban saat itu berjalan kaki dari arah Pasar Pahing Sedadi hendak pulang ke rumahnya di Desa Bologarang. Sesampainya di perlintasan, korban tertabrak KA Anjasmoro yang melintas dari arah Surabaya menuju Jakarta,” jelas AKP Sutarjo.
Menurut keterangan saksi dari pihak KAI, masinis telah membunyikan semboyan atau klakson secara berulang. Namun diduga korban tidak mendengar sehingga tetap melintasi rel dan akhirnya tertabrak hingga terpental sekitar 50 meter dari titik benturan.
Petugas dari Polsek Penawangan bersama Tim INAFIS Polres Grobogan, personel Pamapta, Reskrim, Puskesmas Penawangan 2 serta PMI langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan jenazah korban berada di sisi selatan rel. Selain itu, ditemukan serpihan daging dan tulang di sekitar jalur rel akibat benturan keras.
“Dari hasil pemeriksaan luar, korban mengalami sejumlah patah tulang dan luka terbuka di beberapa bagian tubuh. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain,” terang AKP Sutarjo.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya pakaian yang dikenakan serta satu karung warna putih berisi uang tunai sebesar Rp 25.575.000 yang diduga merupakan hasil aktivitas korban di pasar.
Kapolsek Penawangan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api, terutama di jalur yang tidak dilengkapi palang pintu.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu memastikan kondisi aman sebelum menyeberang rel. Dengarkan dan perhatikan sinyal kereta yang melintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
