Viral, Warga Desa Keyongan Gabus Gotong Royong Tandu Pasien, Akses Jalan Rusak Jadi Sorotan
GROBOGANTODAY.ID, Gabus – Aksi gotong royong warga Dusun Geri, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, viral di media sosial setelah sejumlah warga terpaksa mengangkat seorang pasien menggunakan tandu akibat akses jalan yang rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Peristiwa itu disebut terjadi saat kondisi jalan menuju dusun tersebut tidak memungkinkan dilalui mobil, terutama saat musim penghujan.
Dalam video yang beredar, tampak warga bahu-membahu melewati jalur tanah dan di tengah kawasan hutan demi membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.
Kepala Desa Keyongan, Budi Hartono, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa jalan menuju Dusun Geri bukan merupakan jalan poros desa, melainkan jalan kawasan hutan atau jalan perhutani.
“Status jalan itu sebenarnya jalan di tengah hutan, bukan jalan poros desa. Jadi kewenangan perbaikan bukan sepenuhnya di desa,” ujar Budi Hartono, Selasa(17/3/2026).
Meski demikian, pihak desa disebut sudah beberapa kali melakukan upaya perbaikan, seperti pemadatan dan makadam.
“Sudah berulang kali kita lakukan pemadatan, bahkan sampai tiga kali. Kalau tidak musim hujan, mobil sebenarnya masih bisa masuk sampai dusun,” jelasnya.
Ia menambahkan, panjang jalan menuju Dusun Geri sekitar 2,5 kilometer, dengan melintasi kawasan hutan dan memiliki kontur tanjakan yang cukup terjal. Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
“Kalau hujan memang tidak bisa dilewati, karena tanjakannya tinggi dan jalan licin,” katanya.
Budi Hartono juga mengungkapkan bahwa Dusun Geri merupakan wilayah terpencil yang sebelumnya bahkan belum teraliri listrik hingga sekitar tahun 2014. Akses yang sulit menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Transportasi material sulit karena jaraknya jauh dan medan berat. Ini yang menjadi kendala utama,” tambahnya.
Terkait status jalan yang berada di kawasan hutan, pihak desa juga mengaku harus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perhutani, karena tidak semua pembangunan bisa dilakukan secara bebas.
Video viral ini pun memantik perhatian publik dan menjadi sorotan terkait pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah agar akses jalan menuju Dusun Geri dapat segera diperbaiki secara layak, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
