Tiga Pelari Prancis Pembawa Misi Lingkungan Lintasi Grobogan dalam Run for Rivers 2026

Tiga Pelari Prancis Pembawa Misi Lingkungan Lintasi Grobogan dalam Run for Rivers 2026

GROBOGANTODAY.ID– Tiga pelari asal Prancis, Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib, dan Sam Bencheghib, melintasi wilayah Kabupaten Grobogan dalam rangkaian ultramaraton “Run for Rivers 2026”, mulai Minggu (26/4/2026).

 

Kehadiran ketiganya menjadi perhatian warga karena membawa misi kampanye global pengurangan sampah plastik, khususnya yang berasal dari sungai.

 

Ultramaraton yang digagas oleh Sungai Watch ini dimulai dari Bali dan akan berakhir di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 24 Mei 2026. Sepanjang perjalanan, mereka menempuh jarak sekitar 1.260 kilometer selama 57 hari.

 

Saat melintas di Pulokulon hingga Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, Senin(28/4) pagi, ketiganya tidak hanya berlari, tetapi juga melihat kondisi sejumlah titik aliran sungai.

 

Dalam wawancara di sela kegiatan, Gary Bencheghib menyebut persoalan sampah sungai masih banyak ditemui di berbagai daerah.

 

“Kami lihat di hampir setiap jembatan ada sampah. Ini jadi tantangan bersama yang harus diselesaikan,” ujarnya.

 

Ia juga menyinggung perbedaan pengelolaan sampah di beberapa wilayah. Menurutnya, di Bali mulai diterapkan pengolahan sampah organik dengan cara ditanam agar cepat terfermentasi, sementara di Jawa sudah dikenal metode biopori.

 

“Perubahan butuh waktu dan kesabaran. Yang penting edukasi terus dilakukan,” tambahnya.

 

Siang ini, rombongan Run for Rivers dijadwalkan bertemu dengan Bupati Grobogan untuk membahas isu lingkungan serta upaya kolaborasi penanganan sampah di daerah. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye edukasi kepada pemerintah daerah.

 

Setelah itu, pada sore hari mereka akan kembali melanjutkan perjalanan dengan menempuh jarak sekitar 16 kilometer sebagai bagian dari etape di wilayah Grobogan.

 

Kehadiran Run for Rivers 2026 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *