Rumah dan Kendaraan di Grobogan Terbakar, Kerugian Sekitar Rp 500 Juta

Rumah dan Kendaraan di Grobogan Terbakar, Kerugian Sekitar Rp 500 Juta


GROBOGANTODAY.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik Agus Suhadi di Jalan Bakung RT 02 RW 08, Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Kamis (30/4/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu menghanguskan bangunan rumah beserta kendaraan dan barang dagangan milik korban.

 

Kapolsek Grobogan AKP Sunarto, S.H., M.H. menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban, Thoviq Setyadi, yang saat itu berada di dalam rumah.

 

“Awalnya saksi berada di lantai satu sambil bermain ponsel dan merokok. Kemudian dipanggil korban untuk naik ke lantai dua. Puntung rokok diduga ditinggalkan di dekat mobil pick up yang terparkir di dalam rumah, di sekitar barang-barang yang mudah terbakar,” jelas Kapolsek.

 

Tak lama setelah kembali ke lantai satu, saksi melihat api sudah membesar dan membakar kendaraan pick up. Upaya pemadaman secara manual sempat dilakukan, namun api cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah.

 

Korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Sejumlah warga sekitar berusaha membantu memadamkan api, sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran Kabupaten Grobogan menerjunkan tiga unit mobil damkar ke lokasi.

 

Api berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu, namun sebagian besar bangunan rumah dua lantai berukuran 6 x 15 meter tersebut sudah hangus terbakar.

 

Selain rumah, kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil pick up Suzuki, dua sepeda motor (Yamaha Jupiter dan Honda Beat), serta berbagai barang dagangan seperti korek api gas, lem, dan alat tulis yang disimpan di dalam rumah.

 

“Hasil olah TKP sementara, kebakaran diduga akibat kelalaian, yakni puntung rokok yang mengenai bahan mudah terbakar,” tambah AKP Sunarto.

 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

 

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama di lingkungan yang terdapat bahan mudah terbakar, guna mencegah kejadian serupa terulang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *