Seorang Lansia Warga Karangrayung Ditemukan Meninggal di Kubangan Lumpur, Diduga Terperosok dan Tak Bisa Keluar

Seorang Lansia Warga Karangrayung Ditemukan Meninggal di Kubangan Lumpur, Diduga Terperosok dan Tak Bisa Keluar

GROBOGANTODAY.ID, Karangrayung — Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dalam kubangan lumpur di wilayah Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Senin (4/5/2026). Korban diketahui bernama Supardi (83), seorang petani asal Desa Telawah.

 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang saksi bernama Muslim, warga setempat, mencium bau menyengat saat dalam perjalanan pulang dari sawah. Setelah ditelusuri, sumber bau tersebut ternyata berasal dari sesosok tubuh yang sudah dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kubangan lumpur di pekarangan warga Dusun Lawar.

 

“Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga lain dan diteruskan ke perangkat desa serta Polsek Karangrayung,” ujar Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto.

 

Mendapat laporan, petugas dari Polsek Karangrayung bersama Tim Inafis Polres Grobogan, tenaga medis Puskesmas Karangrayung II, serta BPBD Grobogan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan dalam posisi miring dengan sebagian tubuh, termasuk kepala, terperosok ke dalam lumpur. Kondisi jenazah sudah membusuk dan dipenuhi belatung. Lokasi penemuan berada di area bekas kubangan air di pinggir sawah, di bawah pohon pisang dan semak alang-alang dengan kedalaman lumpur yang cukup dalam.

 

“Dugaan sementara korban terperosok ke dalam kubangan dan tidak bisa keluar, sehingga meninggal dunia akibat kehabisan napas,” jelas AKP Sunarto.

 

Hasil pemeriksaan visum luar oleh tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

 

Diketahui, sebelumnya pihak keluarga telah melaporkan korban hilang sejak 29 April 2026. Hasil identifikasi melalui sidik jari oleh Tim Inafis memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Supardi.

 

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Purwodadi untuk proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

“Keluarga sudah menerima sebagai takdir dan membuat pernyataan resmi,” pungkas Kapolsek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *