Kesaksian Pilu Ahmad Deni: Datang ke Lokasi, Temukan Jenazah Keluarga
GROBOGANTODAY.ID, Pulokulon — Duka mendalam masih dirasakan Ahmad Deni Mutia, warga Desa Sidorejo. Istri, anak dan 2 orang mertuanya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil rombongan pengantar haji yang tertabrak kereta api di perlintasan Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat(1/5/2026).
Deni menuturkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti kronologi awal kejadian. Namun, ia menerima kabar dari seseorang yang menghubunginya dan menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil putih tertabrak kereta api.
“Saya awalnya nggak tahu kronologi awalnya. Tahu-tahu ada yang telepon, katanya ada mobil putih kecelakaan tertabrak kereta api,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Tanpa berpikir panjang, Deni langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Sesampainya di tempat, ia mendapati kondisi yang sangat memilukan. Sejumlah korban terlihat tergeletak, bahkan sebagian di antaranya telah meninggal dunia.
“Saya berada di mobil paling depan. Pas saya datang, korban sudah banyak yang tergeletak. Yang masih selamat sudah keluar dari area sawah, tapi yang meninggal masih di lokasi,” katanya.
Dengan kondisi panik dan diliputi rasa cemas, Deni berusaha mencari keluarganya di antara para korban. Ia bahkan sempat mengevakuasi korban yang tertimbun lumpur di sekitar lokasi kejadian.
“Saya langsung terjun mencari korban. Ada yang tertimbun lumpur, saya angkat dan saya bersihkan,” ungkapnya.
Deni juga mengaku mendapat informasi bahwa kendaraan yang ditumpangi keluarganya mengalami kecelakaan setelah berada sekitar 2 km dari lokasi kejadian. Ia baru mengetahui kepastian setelah mendapat kabar lanjutan dari sopir bus yang di rombongan belakang.
Selain itu, ia menyebut kondisi di lokasi saat kejadian cukup terbatas jarak pandangnya, karena kabut. Hal ini membuat pengemudi sulit melihat kereta yang melintas.
“Kaca depan mungkin sudah tertutup kabut. Jarak pandang ke samping kanan kiri juga nggak kelihatan. Relnya juga agak menikung, jadi kereta baru terlihat saat sudah dekat,” jelasnya.
Deni berharap ke depan ada perhatian lebih terhadap keselamatan di perlintasan kereta api tersebut, mengingat kecelakaan serupa disebutnya sering terjadi.
“Harapan saya, ada pengamanan yang lebih baik. Soalnya di situ sering banget terjadi kecelakaan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kecelakaan ini melibatkan mobil rombongan pengantar jamaah haji yang tertabrak kereta api pada dini hari. Insiden tersebut menyebabkan 5 korban meninggal dunia, termasuk istri anak dan mertua Deni, yang menambah duka mendalam bagi keluarga.
