Pemprov Jateng Kucurkan Rp 7,4 Miliar, Infrastruktur Jalan Provinsi di Grobogan Mulai Berbenah
GROBOGANTODAY.ID, PURWODADI – Upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2026, sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Grobogan akan mendapatkan sentuhan rehabilitasi melalui anggaran APBD Provinsi senilai Rp 7,4 miliar.
Fokus utama program ini bukan sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga memperkuat struktur jalan agar lebih tahan terhadap beban lalu lintas dan kondisi tanah yang dinamis. Total terdapat enam paket pekerjaan fisik yang akan digarap, mulai dari penggantian beton rusak hingga rekayasa teknik di titik-titik rawan.
Ketua Kelompok Kerja Kabupaten Sragen–Blora Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi DPU PR Provinsi Jawa Tengah, Umar, menjelaskan bahwa proyek terbesar berada di ruas Godong–Purwodadi dengan alokasi Rp 2,5 miliar.
“Perbaikan difokuskan pada penggantian pengerasan beton di beberapa spot kritis yang selama ini berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan,” ujarnya, Sabtu(7/2/2026).
Selain itu, ruas Lingkar Utara yang menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik turut mendapatkan anggaran Rp 2 miliar untuk penanganan beton rusak.
Pendekatan berbeda diterapkan pada ruas Purwodadi–Klambu. Dengan anggaran Rp 400 juta, proyek ini menitikberatkan pada penanganan kerusakan akibat fenomena pumping — tekanan air dari bawah tanah yang dapat mendorong lapisan beton hingga retak.
“Bagian yang rusak berat akan dibongkar dan diganti menggunakan beton FS 45 bertulang agar lebih kuat terhadap tekanan tanah maupun air,” jelas Umar.
Penguatan serupa juga dilakukan di ruas Wirosari–Ngaringan, tepatnya di Desa Dapurno. Meski hanya mencakup 24 segmen prioritas, proyek senilai Rp 400 juta ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan lanjutan.
Sementara itu, ruas Purwodadi–Wirosari akan menjalani rekayasa teknik melalui penerapan beton FS 45 bertulang. Sebelumnya, jalur tersebut telah menggunakan geotekstil, namun belum dilengkapi tulangan beton.
“Ini menjadi uji struktur untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan yang terus meningkat,” tambahnya.
Tak kalah penting, jalur Wirosari–Sulursari–Singget juga masuk daftar penanganan dengan anggaran Rp 1,7 miliar. Selain pengerasan badan jalan, proyek ini mencakup pembangunan dinding penahan tanah guna mengantisipasi pergerakan tanah pada kontur jalan yang miring.
Melalui rangkaian proyek ini, Pemprov Jawa Tengah berharap konektivitas antarwilayah di Grobogan semakin lancar sekaligus menekan potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan. Perbaikan tersebut juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperlancar arus barang dan jasa.
