Ledakan Mercon di Ngraji Purwodadi, Dua Pelajar Luka Bakar dan Patah Tulang

Ledakan Mercon di Ngraji Purwodadi, Dua Pelajar Luka Bakar dan Patah Tulang

GROBOGANTODAY.ID, Purwodadi – Ledakan keras dari petasan mengguncang permukiman warga di Dusun Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/3/2026) malam. Dua pelajar menjadi korban dalam insiden berbahaya tersebut.

 

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kosong milik warga bernama Santoso. Ledakan diduga berasal dari petasan rakitan yang hendak dinonaktifkan, namun justru meledak dan melukai korban.

 

Korban diketahui adalah MRN(15) dan MNA(12), keduanya warga setempat. Mereka langsung dilarikan ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi setelah mengalami luka akibat ledakan.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, petasan tersebut merupakan sisa bahan yang sebelumnya dirakit oleh korban sejak tahun 2025. Dari total 25 petasan yang dibuat, tersisa satu yang belum diledakkan.

 

Saat berada di rumah kosong, korban mencoba meredam petasan tersebut dengan cara menarik sumbu. Namun nahas, petasan justru meledak seketika di dalam ruangan dapur. Ledakan cukup kuat hingga merusak bagian atap rumah dan menimbulkan lubang di lantai dengan diameter sekitar 25 cm.

 

Akibat kejadian tersebut, korban pertama mengalami luka bakar sekitar 15 persen, disertai patah tulang di tangan dan kaki. Korban kedua mengalami luka bakar sekitar 5 persen di bagian tubuh. Keduanya dalam kondisi sadar saat mendapat penanganan medis.

 

 

Petugas dari Polsek Purwodadi bersama tim Inafis Polres Grobogan langsung melakukan olah TKP. Di lokasi, ditemukan sejumlah barang bukti seperti serpihan kertas bahan petasan, kawat rangkaian mercon, ceceran darah di beberapa titik, sisa bahan kimia diduga obat petasan. Selain itu, pintu dapur rusak dan bagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah.

 

Kerugian material ditaksir mencapai Rp2 juta akibat kerusakan pada bagian atap dapur. Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto, S.H. menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami asal-usul bahan petasan yang dibeli secara online.

 

 

“Kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan Satreskrim Polres Grobogan,” ujarnya.

 

 

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bahaya petasan rakitan, terutama yang melibatkan bahan kimia berbahaya.

 

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk tidak bermain atau merakit petasan karena berisiko tinggi menyebabkan cedera serius bahkan kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *