Janjian Via WhatsApp, Perang Sarung di Karangrayung Tewaskan Pelajar SMP

Janjian Via WhatsApp, Perang Sarung di Karangrayung Tewaskan Pelajar SMP

GROBOGANTODAY.ID– Aksi perang sarung yang diawali janjian melalui WhatsApp berujung maut di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Seorang pelajar berinisial ZMR (16) meninggal dunia usai terlibat perkelahian yang telah disepakati sebelumnya.

 

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Riski Ari Budiyanto, mengungkapkan peristiwa terjadi Selasa (25/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Polisi menerima laporan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

 

“Awalnya korban setelah buka puasa keluar rumah dengan izin orang tuanya untuk bermain. Kemudian yang bersangkutan berkomunikasi dengan pihak lawan dan terjadi kesepakatan untuk berkelahi,” jelas AKP Riski.

 

Dari hasil penyelidikan sementara, komunikasi untuk duel tersebut dilakukan melalui WhatsApp. Kedua kelompok remaja itu kemudian sepakat bertemu di lapangan sepak bola Desa Termas.

 

“Korban bersama temannya mendatangi tongkrongan pelaku. Selanjutnya disepakati perkelahian tiga lawan tiga di lapangan sepak bola,” ungkapnya.

 

Dalam perkelahian itu, para remaja disebut menggunakan sarung yang diikat. Namun aksi yang awalnya diduga sekadar perang sarung berubah menjadi bentrokan yang berujung fatal.

 

Polisi telah mengamankan enam anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing serta penyebab pasti kematian korban.

 

“Kami masih melakukan pemeriksaan terkait peran masing-masing. Untuk penyebab kematian, kami menunggu hasil autopsi,” tegas AKP Riski.

 

Terkait kabar keluarga menolak autopsi, pihak kepolisian memastikan proses tersebut tetap dilakukan sebagai dasar penegakan hukum.

 

“Karena korban meninggal dunia, autopsi tetap kami laksanakan untuk kepentingan penyidikan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *