Pemuda Tenggelam di Sungai Irigasi Klambu, Ditemukan Meninggal 70 Meter dari TKP

Pemuda Tenggelam di Sungai Irigasi Klambu, Ditemukan Meninggal 70 Meter dari TKP

GROBOGANTODAY.ID, Klambu – Seorang pemuda bernama Rhama Praditya (20), warga Desa Jenengan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai irigasi wilayah Dusun Taban, Kamis (2/4/2026).

 

Kapolsek Klambu AKP R. Enggal Agung, S.H. mengatakan, korban pertama kali diketahui tenggelam sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa itu dilaporkan ke pihak kepolisian satu jam kemudian.

 

“Korban sempat terlihat oleh saksi berada di tengah aliran sungai dalam kondisi meminta tolong,” ujar Kapolsek.

 

Mengetahui hal tersebut, saksi bersama warga lainnya langsung berupaya melakukan pencarian. Setelah sekitar dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 70 meter dari lokasi awal tenggelam, tepatnya di sebelah utara jembatan penghubung Dusun Taban dan Desa Jenengan.

 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui lebar sungai sekitar 15 meter dengan kedalaman mencapai kurang lebih 11 meter dan kondisi air sedang penuh saat kejadian berlangsung.

 

Petugas gabungan dari Polsek Klambu, Tim Inafis Polres Grobogan, BPBD, tenaga medis Puskesmas Klambu, serta dibantu warga setempat langsung melakukan evakuasi dan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

 

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya lumpur pada bagian hidung, kaku mayat, serta luka memar di bagian kepala yang diduga akibat benturan dengan konstruksi saluran irigasi. Namun demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

 

“Korban diduga terpeleset saat berada di pinggir saluran irigasi dan tidak bisa berenang, sehingga tenggelam,” jelas AKP Enggal.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya berpamitan untuk berolahraga jogging di sekitar lokasi kejadian. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

 

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

 

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi debit air sedang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *