Bara Tungku Penggorengan Diduga Picu Kebakaran Tempat Produksi Tahu di Grobogan
GROBOGANTODAY.ID, Tanggungharjo – Sebuah tempat produksi tahu milik Darkoni (55) di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, terbakar pada Selasa (7/7/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu bara api tungku penggorengan yang belum padam sempurna setelah aktivitas produksi selesai.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan usaha berukuran sekitar 9 x 9 meter yang sebagian besar berbahan kayu mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
Kapolsek Tanggungharjo AKP Duddy Lukman Prabowo mewakili Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama menjelaskan, aktivitas produksi tahu berakhir sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah para karyawan pulang, korban menyiram tungku berbahan bakar bonggol jagung dengan air karena mengira api telah padam. Selanjutnya, korban meninggalkan lokasi untuk menghadiri arisan keluarga yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat usahanya.
Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang warga melihat kobaran api muncul dari area dapur penggorengan. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan hingga masyarakat berdatangan dan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
“Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian sehingga tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya,” ujar AKP Duddy.
Petugas Polsek Tanggungharjo yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, api diduga berasal dari bara yang masih tersisa di tungku penggorengan. Bara tersebut kemudian menyambar dinding kayu yang berjarak sekitar 50 sentimeter dari tungku sebelum merambat ke bagian usuk, belandar, dan atap bangunan.
“Diduga bara api pada tungku belum benar-benar padam. Bara itu kembali menyala dan membakar dinding kayu hingga api membesar,” jelasnya.
Kapolsek mengingatkan masyarakat, terutama pelaku usaha rumahan yang masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu, sekam, atau bonggol jagung, agar memastikan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Jangan hanya memastikan api sudah tidak terlihat. Bara yang masih tersisa bisa kembali menyala dan memicu kebakaran. Selalu lakukan pengecekan ulang sebelum meninggalkan tempat usaha,” pungkasnya.
