Pasar Murah Pemkab Grobogan Ditutup, Kadisperindag: Bantu Warga Hadapi Lonjakan Harga Jelang Lebaran
GROBOGANTODAY.ID, PURWODADI – Rangkaian kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi ditutup pada Kamis (12/3/2026). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan, mengatakan pasar murah digelar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Pasar murah ini kami selenggarakan untuk membantu masyarakat, terutama warga dengan kondisi ekonomi rentan, agar tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujar Pradana.
Program pasar murah tersebut dilaksanakan di sembilan titik lokasi di berbagai wilayah Kabupaten Grobogan sejak 9 Februari hingga 12 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga subsidi.
Sejumlah bahan pangan yang dijual di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur, mi instan, hingga berbagai kebutuhan dapur lainnya. Harga yang ditawarkan pun berada di bawah harga pasar sehingga disambut antusias oleh masyarakat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, perbankan, perusahaan swasta, hingga pelaku UMKM lokal yang turut membuka stand penjualan.
Pada acara penutupan, sedikitnya 42 stand ikut meramaikan kegiatan dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan pokok dan hasil produksi UMKM.
Menurut Pradana, sinergi berbagai pihak tersebut menjadi kekuatan utama dalam memastikan program pasar murah dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mampu menekan gejolak harga di pasaran menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya.
